Urutan
a. Pengoperasian Sterilizer dengan
urutan yang benar sangat penting, dengan maksud pergerakan lori masuk dan
keluar berjalan dengan mulus dan juga agar uap panas (steam) digunakan secara
eficien dan tidak terjadi pemakaian uap mendadak yang akan mengakibatkan ketel
uap( Boiler ) mengalami kelebihan beban dan membuat siklus sterilisasi
terganggu pada saat terjadi penggunaan uap yang rendah
b. Saat pembukaan katup pemasukkan uap
kedalam sterilizer sangat penting dan sedapat mungkin terkendali sesuai dengan
siklus
Pemasukkan Lori (Charging)
a. Lori yang masuk kedalam sterilizer
harus dimasukkan dengan menggunakan Capstan / Winch dan operator harus
memastikan kaitan (hook) antara lori satu sama lain telah dipasang dari setiap sterilizer
memuat 9 lori
b.
Penyusunan
lori yang berisi USB tidak boleh di tengah – tengah rebusan (bisa didepan atau
dibelakang posisinya) karena dikhawatikan akan menyumbat pipa exhaust pada saat
buang udara dan perebusan menjadi tidak maksimal
c.
Lori
buah yang masak harus dikeluarkan terlebih dahulu dengan menggunakan capstan /
winch, setelah itu baru lori yang belum masak dimasukkan.
Waktu pengosongan sterilizer harus kurang dari 15 menit (distribusi keluar masuk rebusan lebih cepat lebih baik)
Waktu pengosongan sterilizer harus kurang dari 15 menit (distribusi keluar masuk rebusan lebih cepat lebih baik)
d.
Setiap
lori yang jatuh didepan sterilizer harus ditangani dengan hati – hati dan
operator harus melaporkan hal ini kepada Assisten / mandor
e.
Lori
harus dipastikan lurus supaya tidak nabrak sterilizer
f.
Apabila
ada lori yang sudah lebar/rusak perlu perhatian khusus bagi op rebusan
berkoordinasi dengan op rail track untuk memarkirkan lori tersebut supaya
adanya perbaikan oleh pihak maintenance
Prosedur Operasi
Memasukkan
a. Sterilizer dalam keadaan kosong dan
satu rebusan lori TBS telah siap untuk dimasukkan
b.
Tekanan
uap di dalam sterilizer nol dan pintu dalam keadaan terbuka
c.
Katup
pemasukkan uap (Steam Inlet Valve) dalam keadaan tertutup
d.
Katup
pelepasan uap (Steam Exhaust Valve) dalam keadaan terbuka
e.
Katup
condensate dan kran by pass dalam keadaan terbuka
f.
Kran
pengaman pintu dalam keadaan terbuka
g.
Lori
TBS dimasukkan ke dalam sterilizer
Perebusan (Sterilizing)
a. Lori berisi TBS telah berada didalam
sterilizer
b.
Tutup
pintu sterilizer dan dikunci sampai indikator jatuh
c.
Tutup
kran pengaman pintu
d.
Tutup
katup exhaust
e.
Buka
secara perlahan-lahan katup pemasukkan uap
f.
Ketika
tekanan uap mencapai 15 psi (± 1 kg/cm2 ) tutup katup kondensat. Hal
ini jika dilakukan secara manual, apabila secara otomatis, maka pembukaan &
penutupan katup sesuai dengan waktu yang deprogram
g.
Tekanan
uap induk harus tetap pada 40 psi (± 2.7 kg / cm2 ). Apabila tekanan
uap di rebusan tidak tercapai dan berkisar dibawah 2.7 kg / cm2 maka
dilakukan penambahan masa tahan 10 menit sesuai dengan kondisi dan kebutuhan
h.
Masa
perebusan biasanya sekitar 85 s/d 90 menit dan tergantung juga dari kualitas
TBS. Apabila TBS restan perebusan berkisar antatra 70 s/d 75 menit
i.
System
perebusan yang dipakai adalah Triple peak (tiga Puncak)
Tetapi apabila kondisi tekanan uap yang dihasilkan oleh boiler tidak mencukupi / kecenderungan steam kurang maka dipakai sistem Double peak (dua puncak) supaya kapasitas olah (Througput) tercapai sehingga proses berjalan lancar dan maksimal
Tetapi apabila kondisi tekanan uap yang dihasilkan oleh boiler tidak mencukupi / kecenderungan steam kurang maka dipakai sistem Double peak (dua puncak) supaya kapasitas olah (Througput) tercapai sehingga proses berjalan lancar dan maksimal
Deaerasi dan pembuangan kondensat
a. Deaerasi sangat penting dilakukan
agar udara dingin dapat keluar dari sterilizer. Hal ini memungkinkan
diperolehnya temperatur tertinggi pada saat tekanan sterilisasi
b. Pelepasan kondensat sangat penting
dengan tujuan :
1). Mencegah korosi yang berlebihan pada sterilizer dan lori
2). Mencegah banjir (Flooding) didalam sterilizer yang akan menyebabkan :
a). Menyebabkan rusaknya bearing / bushing roda lori.
b). Mempengaruhi perpindahan panas dan sterilisasi TBS pada bagian bawah lori .
c). Mencuci minyak pada permukaan buah sehingga meningkatkan kehilangan minyak (Oil losses)
1). Mencegah korosi yang berlebihan pada sterilizer dan lori
2). Mencegah banjir (Flooding) didalam sterilizer yang akan menyebabkan :
a). Menyebabkan rusaknya bearing / bushing roda lori.
b). Mempengaruhi perpindahan panas dan sterilisasi TBS pada bagian bawah lori .
c). Mencuci minyak pada permukaan buah sehingga meningkatkan kehilangan minyak (Oil losses)
Pengosongan (Blow off)
a. TBS telah direbus selama kurang
lebih 85 s.d 90 menit
c.
Tutup
katup pemasukan uap
d.
Buka
katup kondensat
e.
Buka
katup pelepasan (Exhaust Valve) dan kosongkan uap
f.
Pada
saat manometer menunjukkan nol, buka kran pengaman pintu
g.
Jika
uap sudah tidak keluar dari kran pengaman pintu, buka pintu perlahan - lahan.
Perhatian yang besar harus dilakukan pada saat pembukaan pintu dan operator
harus berdiri dalam jarak yang aman untuk menghindari ayunan pintu. Jangan
berdiri dibelakang pintu
h. Tarik keluar lori yang berisi TBS
yang telah direbus dengan Capstand/Winch
Mulai proses pagi hari
TBS yang telah direbus harus tetap
dibiarkan semalam di dalam sterilizer agar proses pagi hari dapat dimulai dan
proses produksi dapat dipercepat sekitar 1 jam. Oleh karena diperlukan 2 rebusan
yang di biarkan didalam sterilizer jika proses produksi telah selesai pada
malam hari
Prosedur yang dilakukan sebagai
berikut :
a. Pada penghentian produksi,
sterilisasi TBS yang akan dimalamkan harus tetap diselesaikan, setelah itu
kondensat harus dibuang sesuai dengan prosedur normal. Pintu harus dibuka di
longgarkan kuncinya dan dibiarkan dalam keadaan tersebut. Hal ini untuk
mencegah terjadinya kevakuman didalam sterilizer. Jika sterilizer dilengkapi
Vaccum Breaker, pintu tidak perlu dilonggarkan
b.
Pagi
hari, sterilizer harus ditutup dan buah harus diberi uap selam 10 menit sebelum
dikeluarkan selama periode pemanasan, drain harus cukup terbuka untuk
mengeluarkan kondensat
c. Setelah buah dikeluarkan, pabrik
siap untuk beroperasi. Program sterilisasi setiap hari harus dimulai dengan
siklus pada sterilizer pertama
Akhir siklus sterilisasi
a. Plat saringan( Strainer ) didepan
Sterilizer harus digaruk dan dibersihkan, setiap brondolan dan tandan harus
dibuang ketempat pembuangan / dimasukkan kedalam lori kosong
b.
Ring
pintu harus diperiksa dan tetap bersih
c. Brondolan / sampah harus di buang
dari pintu dan kerangkanya
Pembersihan Harian
a. Bersihkan kotak / parit di depan
Sterilizer dari brondolan dan tandan
b.
Periksa
dan bersihkan packing pintu dan landasannya
c. Periksa dan bersihkan setiap
Strainer dan pastikan pipa saluran kondensate tidak tersumbat
Garis panduan Untuk Pengendalian
Mutu Dan Kapasitas Olah :
a. Tekanan uap harus tetap sepanjang
waktu
b.
Pembuangan
udara dan kondensat yang benar harus dipertahankan
c.
Sterilizer
harus dioperasikan sesuai dengan urutan
d.
Keterlambatan
pengisian lori harus dihindari
e. Tandan yang tak terontokkan ( USB )
tidak melebihi 2.5 %
Pencatatan :
a. Pencatatan sterilizer sangat penting
untuk mengetahui kapasitas olah selama masa produksi. Waktu perebusan harus di
catat di log sheet tulis yang telah disediakan dan disalin kelembar kerja pada
akhir shift untuk diserahkan kepada Assisten/ Mandor
b. Grafik Sterilizer harus tetap dalam
kondisi baik dan pencatatan siklus harus tetap dipertahankan. Kertas grafik
harus diganti sebelum proses produksi dimulai pada pagi hari
Tugas – Tugas Operator :
a. Mengopersikan mesin secara aman dan
benar
b.
Memastikan
kapasitas olah( Troughput ) maksimal
c.
Menjaga
peralatan pencatat( Pressure Recorder )
d.
Menginformasikan
kepada Assisten / mandor yang bertugas setiap ada kelainan mesin atau
kerusakkan
e.
Melaksanakan
prosedur operasi sesuai yang digariskan perusahaan seperti prosedur menjalankan
dan menghentikan atau instruksi yang di berikan oleh Assisten / mandor yang
bertugas
f.
Tetap
menjaga kebersihan di stasiun sterilizer
g. Keutuhan Peralatan / perlengkapan
kerja di Stasiun Sterillizer harus dijaga.
PERINGATAN : KESELAMATAN DI STASIUN STERILIZER HARUS DIPERHATIKAN SUNGGUH – SUNGGUH .
90 % KEJADIAN YANG FATAL DIPABRIK KELAPA SAWIT TERJADI PADA STASIUN STERILLIZER
PERINGATAN : KESELAMATAN DI STASIUN STERILIZER HARUS DIPERHATIKAN SUNGGUH – SUNGGUH .
90 % KEJADIAN YANG FATAL DIPABRIK KELAPA SAWIT TERJADI PADA STASIUN STERILLIZER
Tidak ada komentar:
Posting Komentar